Tentang seseorang yang menjalani hidup dalam diam.
Hanya seonggok daging tanpa jiwa
Mendekati ajal, melipat kening
Tak merasa dirinya tuli
Hanya mendengar bisikan angin di atas kulit
Mengintai kenangan yang membuatnya buta
Mati rasa, hampa
Adalah ia yang ditinggal kekasih jauh ke baka
Menitipkan tali pusar yang raib terbawa arus
Lingga
Lama tak ia cicipi
Sunyi hidupnya, gubuknya, hatinya
Doanya agar dipertemukan lagi dengan kehidupannya terkabul
Kelak ia tidak akan sendiri
Di dalam kabut diamnya selama hidup





Tidak ada komentar:
Posting Komentar